salju

Senin, 15 April 2013

PEMBELAJARAN BIASA



Pembelajaran Biasa
            Pembelajaran biasa sering juga disebut dengan pembelajaran konvensional atau pembelajaran tradisonal. Pendekatan pembelajaran konvensional saat ini adalah pendekatan pembelajaran yang paling banyak dikritik. Namun pendekatan pembelajaran ini pula yang paling disukai oleh para guru untuk diterapkan oleh guru di kelas ketika mengajar. Pembelajaran konvensional merupakan salah satu dari pembelajaran yang dimana cara penyampaiannya melalui  penuturan secara lisan atau penjelasan langsung kepada sekelompok siswa dan  sejak dulu metode ini telah digunakan sebagai alat komunikasi lisan antara guru dan siswa dalam proses belajar mengajar.
            Pembelajaran biasa yang dimaksud secara umum adalah pembelajaran dengan menggunakan metode yang biasa dilakukan oleh guru yaitu memberi materi melalui ceramah, latihan soal kemudian pemberian tugas. Kegiatan berpusat pada penceramah dan komunikasi searah dari pembaca kepada pendengar. Penceramah mendominasi seluruh kegiatan, sedang pendengar hanya memperhatikan dan membuat catatan seperlunya. Gambaran pembelajaran matematika dengan pembelajaran biasa adalah sebagai berikut: Guru mendominasi kegiatan pembelajaran, penurunan rumus atau pembuktian dalil dilakukan sendiri oleh guru, contoh-contoh soal diberikan dan dikerjakan pula sendiri oleh guru. Langkah-langkah guru diikuti dengan teliti oleh peserta didik. Mereka meniru cara kerja dan cara penyelesaian yang dilakukan oleh guru.                                                                                                                                                                          Pembelajaran biasa menurut Ujang Sukandi (dalam Sunarto: http://sunartombs.wordpress.com/2009/03/02/pembelajaran-konvensional-banyak-dikritik-namun-paling-disukai/ diakses 7 Maret 2012) mendeskripsikan bahwa: “Pembelajaran biasa atau konvensional ditandai dengan guru mengajar lebih banyak mengajarkan tentang konsep-konsep bukan kompetensi, tujuannya adalah siswa mengetahui sesuatu bukan mampu untuk melakukan sesuatu, dan pada saat proses pembelajaran siswa lebih banyak mendengarkan”. Di sini terlihat bahwa pendekatan konvensional yang dimaksud adalah proses pembelajaran yang lebih banyak didominasi gurunya sebagai “pen-transfer” ilmu, sementara siswa lebih pasif sebagai “penerima” ilmu. 
Pendekatan pembelajaran dikatakan sebagai pendekatan pembelajaran yang konvensional apabila mempunyai ciri-ciri seperti yang diungkapkan Philip R. Wallace (dalam Sunarto : http://sunartombs.wordpress.com/2009/03/02/ diakses 5 Maret 2013) sebagai berikut:
a.   Otoritas seorang guru lebih diutamakan dan berperan  sebagai contoh bagi murid-muridnya.
b.   Perhatian kepada masing-masing individu atau minat siswa sangat kecil.
c.   Pembelajaran di sekolah lebih banyak dilihat sebagai persiapan akan masa depan, bukan sebagai peningkatan kompetensi siswa di saat ini.
d.   Penekanan yang mendasar adalah pada bagaimana pengetahuan dapat diserap oleh siswa dan penguasaan pengetahuan tersebutlah yang menjadi  tolok ukur keberhasilan tujuan, sementara pengembangan potensi siswa diabaikan.
            Walaupun model ini kelihatannya kurang menguntungkan bagi siswa, tetapi bila ditinjau lebih jauh ternyata metode ini masih memiliki keuntungan seperti yang tertulis pada (http://dormatio.blogspot.com/2013/01/model-pembelajaran-konvensional.html diakses 10 Maret 2013), antara lain : 
  1. Dapat menampung kelas yang berjumlah besar 
  2. Bahan pelajaran atau keterangan dapat diberikan secara sistematis dengan penjelasan yang monoton. 
  3. Guru dapat diberikan tekanan pada hal-hal tertentu misalnya rumus atau konsep yang dianggap penting. 
4.    Dapat menutupi kekurangan karena ketidaktersediaan buku pelajaran atau     alat-alat bantu sehingga tidak mengambat dilaksanakannya pelajaran.
               Namun demikian pendekatan pembelajaran biasa mempunyai beberapa kelemahanseperti yang tertulis pada (http://setiawan pendidikanmatematika.blogspot.com/2011/04/pembelajaran‑matematika konvensional.html) sebagai berikut:
a. Tidak semua siswa memiliki cara belajar terbaik dengan mendengarkan.
b. Sering terjadi kesulitan untuk menjaga agar siswa tetap tertarik dengan     apa yang dipelajari.
c. Pembelajaran biasa cenderung tidak memerlukan pemikiran yang kritis.
d. Pembelajaran biasa mengasumsikan bahwa cara belajar siswa itu sama     dan tidak  bersifat  pribadi.
               Berdasarkan penjelasan di atas, maka pembelajaran biasa dalam penelitian ini  dapat dimaknai sebagai pendekatan pembelajaran yang lebih banyak berpusat pada guru, komunikasi lebih banyak satu arah dari guru ke siswa, metode pembelajaran lebih banyak menggunakan ceramah dan demonstrasi, dan materi pembelajaran lebih pada penguasaan konsep-konsep bukan kompetensi.

5 komentar:

  1. Ayo daftarkan dirimu segera, hanya di DOMINOQQ ONLINE. Hanya dengan minimal dposit 25 ribu saja sudah bisa langsung main dan bisa dapat Jackpot yang besar. Ayo buruan daftarkam segera.

    BalasHapus
  2. Ayo daftarkan dirimu segera, hanya di DOMINOQQ ONLINE. Hanya dengan minimal dposit 25 ribu saja sudah bisa langsung main dan bisa dapat Jackpot yang besar. Ayo buruan daftarkam segera.

    BalasHapus
  3. Ayo daftarkan dirimu segera, hanya di DOMINOQQ ONLINE. Hanya dengan minimal dposit 25 ribu saja sudah bisa langsung main dan bisa dapat Jackpot yang besar. Ayo buruan daftarkam segera.

    BalasHapus
  4. Ayo daftarkan dirimu segera, hanya di DOMINOQQ ONLINE. Hanya dengan minimal dposit 25 ribu saja sudah bisa langsung main dan bisa dapat Jackpot yang besar. Ayo buruan daftarkam segera.

    BalasHapus
  5. Ayo daftarkan dirimu segera, hanya di DOMINOQQ ONLINE. Hanya dengan minimal dposit 25 ribu saja sudah bisa langsung main dan bisa dapat Jackpot yang besar. Ayo buruan daftarkam segera.

    BalasHapus